Balai Litbangkes Baturaja Gali Potensi dengan Feedback Assessment

Balai Litbangkes Baturaja mengadakan kegiatan Feedback Hasil Assessment Center Kementerian Kesehatan kepada 46 Pegawai sebagai tindak lanjut Assessment (Uji Kompetensi) yang telah diselenggarakan pada bulan Oktober 2020 silam. Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 8 hingga 10 Februari 2021. Pelaksanaan kegiatan tetap dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom, mengingat kondisi saat ini yang masih berada di masa pandemi Covid-19.

Secara teknis, peserta kegiatan yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkup Balai Litbangkes Baturaja , akan memperoleh link Zoom meeting pada alamat surel masing-masing dan melakukan virtual meeting sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kemudian, tim asesor dari PT Binaman Utama – PPM Manajemen selaku mitra yang ditunjuk Kementerian Kesehatan, melakukan verifikasi peserta dengan bukti identitas diri/Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selanjutnya selama satu jam kedepan, peserta akan memperoleh paparan feedback dari tim asesor . Paparan tersebut berupa penilaian terhadap uji kompetensi yang telah dilaksanakan yang terdiri dari kompetensi, potensi, serta kesimpulan dan saran bagi peserta.

Kegiatan Assessment merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Di dalam dua kebijakan tersebut, sistem merit menjadi dasar dalam pengelolaan ASN. Sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi yang mengakibatkan perlu adanya kompetensi yang dimiliki oleh ASN.

Kompetensi dasar yang perlu dimiliki pada setiap ASN adalah kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural. Kompetensi teknis ialah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan. Sedangkan kompetensi manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Dan kompetensi sosial kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan. Oleh karena itu, uji kompetensi/assesment memiliki peran yang cukup penting, baik bagi pegawai itu sendiri untuk mengetahui tingkat kompetensi yang dimiliki dan bagi organisasi sebagai dasar dalam pengelolaan pegawai dan menjadi output akhir dalam agenda perubahan sumber daya manusia dalam reformasi birokrasi.

Ditemui di ruangannya, Ibu Aprioza Yenni, S.Sos., M.A., selaku Kasubbag Tata Usaha berharap “Dengan adanya kegiatan assessment ini, seluruh ASN di lingkungan Balai Litbangkes Baturaja dapat meningkatkan kinerja sesuai dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki . Lebih lanjut dikatakan, apabila terdapat kekurangan pada diri ASN agar dapat ditindak-lanjuti sesuai dengan rekomendasi dari penilai, sehingga, dapat di lakukan pemetaan kompetensi dan talent pool sebagai dasar dalam program pengembangan pegawai di lingkungan Balai Litbangkes Baturaja.” (df)