Sejarah Institusi




Berdirinya Balai Litbangkes Baturaja di dasari adanya upaya untuk meningkatkan kualitas penanggulangan malaria dan penyakit bersumber binatang lainnya. Melalui proyek Intensifikasi Pemberantasan Penyakit Menular (ICDC) dan Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank), di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan telah dibangun secara bertahap sebuah Stasiun Lapangan Pemberantasan Vektor (SLPV) pada tahun 1999. Stasiun ini memiliki tugas bimbingan, survey, penelitian dan pengkajian terhadap kualitas upaya pemberantasan malaria.

Dalam perjalanan waktu SLPV diarahkan meliputi semua kegiatan pemberantasan penyakit bersumber binatang, karenanya nama SLPV berubah menjadi Unit Pelaksana Fungsional Pemberantasan Vektor dan Reservoir Penyakit (UPF-PVRP), secara organisasi berada dibawah BPVRP Salatiga.

Kemudian dalam perkembangannya melalui persetujuan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat nomor 283/M.PAN/8/2003 tertanggal 29 Agustus 2003 berubah lagi menjadi Loka Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang atau yang disingkat Loka Litbang P2B2. Organisasi dan tata kerja dari Loka ini diputuskan melalui Surat Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2003 tanggal 30 September 2003. Sesuai Permenkes 894/Menkes/Per/IX/2008 tentang organisasi dan tata kerja dari Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang berubah kembali sesuai Permenkes 2362/Menkes/Per/XI/2011 tanggal 22 November 2011.

Pembentukan unit baru bernama Loka Litbang P2B2 di Baturaja ini dilatarbelakangi oleh keadaan geografis Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera yang secara alami membentuk keberagaman tipe ekologi dan kehidupan, termasuk adanya variasi perbedaan jenis bionomik dan potensi penyebaran vektor penyakit bersumber binatang dari suatu wilayah ke wilayah lain, dengan keberagaman ini menyebabkan keberagaman variasi terhadap faktor-faktor epidemiologis yang meliputi perubahan lingkungan dari waktu ke waktu, perbedaan sosiobudaya, perbedaan kerentanan penyakit dan perbedaan pola kehidupan binatang penular penyakit (vektor) mengakibatkan adanya perbedaan pola penularan penyakit-penyakit bersumber bianatang seperti malaria, DHF, pes, filariasis, chikungunya, Japanese B. enchepalitis dan lain sebagainya.

Dengan demikian upaya pemberantasan penyakit bersumber binatang dari wilayah yang satu ke wilayah lain dimungkinkan adanya berbagai alternatif baik pendekatan maupun metode dan cara pemberantasannya atau dengan kata lain harus memakai pendekatan yang “local specific”. Dengan terbatasnya tenaga baik kualitas maupun kuantitasnya ditingkat Dinas Kesehatan Kabupaten dan Propinsi, dan bila dikaitkan dengan kinerja aktifitas pemberantasan penyakit bersumber binatang, terutama dengan kurangnya data epidemiologi, data parasitologi dan entomologi menyebabkan kendala dan masalah dalam mencapai pemberantasan penyakit bersumber binatang yang efektif dan efisien.

Melalui persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor B/540/M.KT.01/10/2017 tanggal 24 Oktober 2017 berubah lagi menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kelas II (Balai Litbangkes) Organisasi dan tata kerja diputuskan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Nomor : 65 Tahun 2017 Tanggal: 23 Januari 2018.

Visi

Visi Balai Litbangkes Baturaja adalah pemberi informasi iptek dan pengembang utama sumber daya manusia yang handal dalam pengamatan dan kajian vektor. Bionomiknya serta cara pengendalian vektor penyakit bersumber binatang wilayah sumatera.

Misi

1. Menghimpun, mengkaji, mengembangkan dan menyebarkan informasi iptek tentang vektor, bionomik dan dinamika penularan penyakit bersumber binatang.

2. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam bidang pengamatan dan pengkajian vektor dan dimanika penularan serta cara pengendalian vektor penyakit.

3. Menggalang dan mengembangkan kemitraan lintas program dan sektor terkait dalam pengamatan dan pengkajian vektor serta dinamika penularan penyakit.